PENGANTAR PSIKOLOGI

BAB I

HAKIKAT PSIKOLOGI

Psikologi mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan kita , seperti halnya dalam bidang hokum dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat. Psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental. Bidang khusus yang terdapat didalamnya sangat beraneka ragam termasuk psikologi eksperimental, psikologi fisiologis, psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi kepribadian, psikologi klinis  dan penyuluhan, psikologi sekolah dan pendidikan, dan psikologi industry permesinan. Psikologi merupakan salah satu bagian dari ilmu perilaku dan ilmu sosial.

Studi psikologi dapat didekati dari beberapa sudut pandang. Ada pendidikan neurobiology, mencoba menghubungkan tindakan kita dengan peristiwa yang terjadi dalam tubuh kita, terutama dalam otak dan system syaraf. Pendekatan behadior (perilaku) berfokus pada kegiatan luar organism yang dapat diamati dan diukur. Pendekatn psikoanalitik menekankan motif dibawah sadar yang berakar dari dorongan seksual dan agresi yang ditekan pada masa kanak- kanak. Pendekatan fenomenologi berfokus pada pengalaman subyektif seseorang, kebebasan memilih dan motidasi terhadap aktualisasi diri. Psikologi merupakan dua metode yakni metode eksperimental dan metode pengamatan , metode survey, metode test dan riwayat kasus.

BAB II

DASAR BIOLOGIS DAN PERKEMBANGAN

Unit dasar system syaraf adalah sel khusus yang dinamakan “neuron” dari badan sel neuron keluar sejumlah cabang pendek yang dinamakan dendrite dan tonjolan seperti tabung yaitu akson. Sistem syaraf dibagi menjadi sistem syaraf pusat (otak dan medulla spinalis) dan system syaraf tepi. Otak manusia terdiri dari tiga lapisan konsentrik, sentral core, sistim limbic, dan serebrum. Didalam tubuh ada kelenjar endokrin yang berfungsi mensekresikan hormon ke aliran darah yang penting untuk perilaku emosional dan motivasional.

BAB III

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

Perkembangan manusia merupakan interaksi berkesinambungan antara hereditas, pengalaman lingkungan. Bayi lahir dengan semua system sensorik berfungsi dan siap untuk mempelajari lingkungan. Beberapa perilaku awal seperti tersenyum yang mencerminkan respon bawaan. Setiap manusia mencari identitas pribadi, dengan adanya peran sosial dan peran sosial lain. Perkembangan merupakan proses seumur hidup.

BAB IV

PROSES SENSORIK

Sensasi terjadi akibat proses yang berkaitan dengan organ mata, telinga dll. Indera tersebut mencakup penglihatan (visual), pendengaran (auditorios), penciuman (olvatoris), pengecapan (gustasi), dan indera kulit (tekanan, temperatur), dll. Sifat yang sama untuk semua indera adalah sesitivitas untuk mendeteksi perubahan. Setiap indera harus menyandi ulang energy fisiknya menjadi implus syaraf. Stimulus untuk penglihatan adalah gelombang elektromagnetik dari 400 -700 hanometer. Stimulus untuk auditorius adalah gelombang perubahan tekanan. Penciuman lebih penting bagi spesies bukan manusia seperti halnya untuk bau – bauan, berkomunikasi dll.

BAB V

PERSEPSI

Persepsi mengurusi dua fungsi utama yaitu lokalisasi dan pengenalan. Untuk melokalisasi obyek harus mensegregasikan obyek dan kemudian mengorganisasikan obyek. Proses pengenalan didasarkan terutama pada bentuk benda. Fungsi utama persepsi itu adalah mempertahankan penampilan obyek tetap sama walaupun banyaknya perubahan stimuli yang ditangkap indera perkembangan persepsi mempelajari sampai tingkat mana kapasitas persepsi itu diturunkan.

BAB VI

KESADARAN DAN PERUBAHAN KESADARAN.

Persepsi pemikiran dan perasaan seseorang pada suatu saat membentuk kesadaran orang tersebut. Fungsi kesadran itu sendiri adalah memantau diri sendiri dan lingkungan sehingga kita menyadari apa yang terjadi di dalam tubuh dan sekeliling kita, mengendalikan tindkan kita sehingga berkoordinasi denga peristiwa – peristiwa di dunia luar. Ide tentang kesadaran bawah pikiran dan memori kadang – kadang mengalami disosialisasi/ terpisah.

BAB VII

BELAJAR DAN PENGKONDISIAN

Proses belajar didefinisikan sehingga perubahan yang relative permanen pada perilaku yang terjadi akibat latihan. Ada empat jenis proses belajar yaitu : Habituasi, pengkondisian klasik, pengkondisian operan, belajar kompleks. Terdapat sejumlah fenomena yang meningkatkan generalitas pengkondisian operan, seperti penguatan terkondisikan, generalisasi dan diskriminasi. Factor kognitif bekerja dalam pengkondisian operan, organisme harus yakin bahwa penguatan setidaknya sebagian berada di bawah kendalinya.

BAB VIII

PENGINGATAN

Terdapat tiga tahap memori : penyandian, penyimpanan, dan pengambilan. Informasi dalam memori jangka pendek cenderung disandikan secara akustik. Memori jangka pendek tampaknya berfungsi sebagai ruang kerja mental dalam memecahkan masalah tertentu. Informasi dalam memori jangka panjang biasanya disandikan menurut maknanya. Memori untuk materi yang kompleks, seperti sebuah cerita seringkali konstruktif. Konstruksi dapat melibatkan pencocokan materi kedalam stereotype dan schemata (representasi mental tentang kelas orang, obyek, peristiwa atau situasi).

BAB IX

PIKIRAN DAN BAHASA

Proses berfikir terjadi dalam cara yang berbeda – beda, termasuk proposional, imaginer, dan motorik. Bahasa, cara utama kita untuk mengkomunikasikan pikiran, terstruktur pada tiga tingkat : pada tingkat tertinggi adalah unit kalimat, termasuk frasa yang dapat direlasikan menjadi unit proposisi. Tingkat selanjutnya kata dan bagian kata yang memiliki arti. Tingkat paling rendah berisi bunyi bahasa.

Tidak semua pikiran diekspresikan dalam proposisi, sebagian di manifestasikan sebagai citra visual. Citra tersebut mengandung jenis detail visual yang ditemukan dalam persepsi.